slide

Rabu, 17 Juni 2015

Mohon maaf



Dua tahun ini adalah tahun yang berat untuk saya. Saya membuat langkah besar untuk hidup saya, yang tentu saja memindahkan saya dari sana ke sini. Dari naungan bapak saya ke gandengan tangan suami saya. Dari fearless single jadi seorang ibu dengan berjuta kekhawatiran. Pertemanan yang memang sewajarnya merenggang.  Punya keluarga baru yang berbeda adat, kehilangan orang-orang tersayang. Tanggung jawab baru yang nyaris merombak rutinitas saya. Semua sunguh menakutkan. Astaga… baru beberapa kalimat saja saya hampir menitikkan air mata. Baik, kita persingkat saja.

Seperti layaknya perpindahan, selalu menuntut adaptasi dan saya tidak pernah mudah beradaptasi. Saya gugup dan gagap. Saya melakukan banyak kesalahan, dan mungkin tanpa sengaja melukai. Saya tidak bermaksud melukai orang lain, saya hanya tidak mengerti apa yang saya lakukan, seperti anak saya yang 9 bulan, kami sedang beradaptasi dengan dunia baru. Percayalah, saya sedang berusaha melewati fase membingungkan ini. 

Mohon maaf untuk segala kata dan perbuatan yang tidak menyenangkan dan janji yang terabaikan. Semoga kita semua bisa memulai bulan yang suci dengan hati yang suci. Amin.