slide

Senin, 06 Mei 2013

Frenemy


Naskah ini adalah pemenang ke-2 lomba menulis teenlit 30 hari 30 buku yang diadakan Bentang Belia.


Sinopsis: Tiara itu berada di sana, dan pada waktunya nanti seseorang yang paling populer di sekolah inilah yang akan memakainya. Untukku, tiara itu adalah mimpi. Aku bukan Charlene yang ditubuhnya bertabut barang branded, Kalin yang ocehanya selalu menyebut nama selebritis dan desainer terkenal, atau Bianca selelu beruntung dikerubuti cowok-cowok di sekolah ini. Aku adalah Tamara dengan rambut keriting gagal, korban salon murahan yang tidak bisa membedakan ikal ala cewek-cewek Korea yang ku minta dan surai singa.

Suatu saat, sebuah keajaiban menghampiriku. Keajaiban itu berupa Kak Alven, cowok yang cakepnya bukan main itu menyatakan cinta padaku. Ia memberiku segala yang perlukan untuk menjadi populer. Semua barang-barang branded, pergaulan kalangan socialita, akses ke salon, spa, fashion show dan pesta-pesta meriah. Tentu saja aku tidak bisa menolaknya. Bersamanya, aku menjadi ratu bahkan saat tiara itu belum ada di kepalaku.

Semua tampaknya menyenangkan. Namun tidak bagi seorang teman yang tak sengaja ku lupakan karena kehidupan baruku, Kayla. Ia menjatuhkanku. Sungguh, tidak ada batas yang jelas antara kawan dan lawan. Benar kata orang, yang bisa menusuk jantung kita dengan tepat adalah orang yang ada di dekat kita. Dari kejatuhanku aku tahu apa arti persahabatan sekaligus menyadari bahwa tiara itu bukan apa-apa dibandingkan persahabatan. Menjadi seorang putri tidak berarti mengenakan tiara di atas kepalamu, tapi menjadi dirimu yang terbaik untuk sahabat-sahabatmu.