slide

Senin, 30 Juli 2012

Cacat dan Sempurna Tak Beda




Dari pada percaya nggak ada yang sempurna, aku sih lebih milih untuk percaya nggak ada yang cacat. Adanya yang sempurna karena adanya yang cacat, jadi sebenernya kita semua ya sama begini ini keadaannya mau dibilang cacat semua, apa sempurna semua, tapi aku lebih suka dengan kosa kata positif.

Aku sih percaya, Tuhan nggak bikin sesuatu yang cacat, Yang cacat adalah perspektif kita, kita sendiri yang menimbulkan kecacatan itu ketika kita berfikir ciptaan-Nya cacat. Dengan perspektif yang terbatas kita cuma bisa melihat satu sisi, dan itu nggak valid untuk menilai seseorang. Jadi, baiknya jangan menjudge orang.

Dari beberapa kejadian belakangan ini aku belajar untuk melihat orang-orang yang aku temui sebagai ciptaannya. Seseorang yang sama berharganya dengan diriku. Seseorang yang juga dikelilingi dengan orang-orang yang mencintainya. Seseorang yang juga punya rasa...

Orang yang menghina orang lain, sudah sesempurna apakan dia, hingga berani-beraninya menghina ciptaan-Nya? Jadi, mari menghargai orang lain sebagai sesama ciptaan-Nya